Belajar Menjadi Copywriter: Tips Menulis Iklan yang Menjual

Beranda / Copywriting / Belajar Menjadi Copywriter: Tips Menulis Iklan yang Menjual

Belajar Menjadi Copywriter – Mengapa Copywriter sangat dibutuhkan untuk saat ini? Pelaku bisnis tentu sangat mengerti ini.

Copywriting bukan hanya soal tulis-menulis, tapi lebih dari itu. Copywriting mampu mewakili marketer untuk memasarkan produk yang dijual.

Mungkin Anda menyadarinya, mengapa ada jargon-jargon produk yang sampai saat ini melekat pada pikiran khalayak?

Ya, itu merupakan salah satu strategi penjualan yang hebat. Memberikan jargon-jargon, kata-kata yang mampu membuat identitas suatu produk.

Hanya dengan sekali baca, seseorang akan mengingatnya. Bahkan, tanpa melihat produknya sekalipun. Hanya dengan membaca satu kalimat saja orang sudah tahu kalau itu adalah produk yang ditawarkan.

Inilah bagian dari Copywriting, inilah kesaktian Copywriting yang belum Anda ketahui.

Selain itu, manfaat copywriting ini lebih dari sekedar tulisan arsip. Tulisan arsip? Tulisan yang disimpan dan hanya dibaca ketika dibutuhkan saja.

Copywriting secara fungsionalnya dapat menggantikan sales untuk menawarkan produk. Copywriting selalu bekerja 24 jam nonstop tanpa berhenti. Ia selalu dapat diandalkan untuk mempengaruhi calon klien saat marketer sedang tidak bekerja.

Jadi, pemilik produk atau marketers-nya tidak usah repot-repot bertemu secara langsung pada calon klien. Copywriting yang baik akan mampu berinteraksi dengan calon klien.

Menjelaskan produk dan mempengaruhi pikiran calon klien adalah tugasnya. Tentu sebagai pelaku bisnis akan memilihnya.

Selain menghemat pembiayaan marketing, copywriting efektif untuk mempengaruhi calon klien untuk bertindak mengeluarkan dompetnya atau menggesekan kartu kreditnya.

Terlebih pada saat ini, semua kebutuhan dapat dipenuhi dengan toko online. Orang yang akan membeli barang atau jasa tidak lagi pergi ke toko, ia mencari produknya lewat mesin pencari Google, aplikasi media sosial, ataupun media online lainnya.

Nah, setelah Anda tahu manfaat dari copywriting ini, tulisan ini akan menjelaskan tentang “belajar menjadi copywriter” dari nol sampai seratus.

Pengertian Copywriting

Berbicara tentang copywriting, tapi tahukah Anda apa sih copywriting ini? Jenis mantra apa? Kok sepertinya sangat sakti untuk mempengaruhi calon klien?

Copywriting seringkali disebut sebagai ilmu persuasi tertulis.

Apa lagi itu, Kang? Persuasi tertulis?

Begini, pernahkah Anda bertemu dengan salah satu SPG rokok, atau minimal melihatnya saat bekerja. Seperti itulah, SPG akan berusaha memasarkan produknya melalui kata-kata yang bersifat persuasi (ajakan). Dan faktanya, kebanyakan dari mereka (laki-laki) yang ditawari langsung oleh SPG akan terpengaruh untuk membelinya.

Mengapa demikian? Karena kata-kata ajakan yang diungkapkan sangat menggoda dan mematikan bagi pendengar. Nah, seperti halnya dengan copywriting, penulisan yang baik dan mematikan akan mengantarkan calon klien untuk mengeluarkan dompetnya, hanya saja perbedaannya copyeriting menggunakan tulisan sebagai marketer-nya.

Artinya, copywriting ini adalah tulisan-tulisan produk yang bersifat mengajak pembaca atau audiens untuk melakukan tindakan yang kita inginkan. Sederhananya, copywriting merupakan salah satu cabang pemasaran yang bertujuan untuk menjual produk melalui tulisan.

Nah, tulisan yang dimaksudkan disini bukan hanya sekedar tulisan biasa. Namun lebih cenderung untuk mengajak pembaca untuk mengkonsumsi/memiliki suatu produk.

Dalam bahasa Indonesia, Copywriting lebih akrab dengan sebutan “salinan

Pengertian copywriting lebih lengkapnya Anda bisa baca disini: mengenal apa itu copywriting

Setelah tahu tentang apa itu copywriting,

Lalu… bagaimana cara menulis copywriting?

Seringkali saya mendengar pertanyaan dari teman-teman yang jualan online;

“gimana sih caranya menulis untuk promosi jualan online?”

“gimana sih buat caption Instagram bisnis yang menarik?”

“memulai belajar menulis itu darimana?”

Nah, pertanyaan-pertanyaan ini sebenarnya tidak susah untuk menjawabnya. Dan Anda sendiri pun sudah tahu cara menjawabnya.

Ya, jawabannya adalah mulai menulis dari sekarang.

Simpel, bukan? Iya secara teorinya saja!

Memang benar, menulis adalah kegiatan yang memerlukan kebiasaan, bukan hanya satu atau dua kali saja langsung bisa. Saya yakin, jika Anda sebelumnya belum pernah membuat copywriting, dan sekarang juga disuruh membuatnya pasti hasilnya berantakan. Karena itu……

Artikel “belajar menjadi copywriter” ini akan membantu Anda untuk mempelajarinya

Khususnya buat Anda yang memulai bisnis online yang membutuhkan copywriting, usahakan untuk membaca tulisan ini sampai selesai. Ini akan membantu untuk meningkatkan konversi Anda.

Sebelum itu, adapun jenis-jenis copywriting yang harus Anda ketahui terlebih dahulu sebelum menulisnya. Silahkan baca disini: jenis-jenis copywriting

Setelah membaca jenis-jenisnya, tentu Anda sudah punya pandangan tentang jenis copywriting apa yang cocok dengan usaha Anda bukan?

Memulai menulis copywriting menang perlu pemahaman yang kompleks agar efektif mempengaruhi pembaca. Salah satunya tentang istilah dan artinya.

Dibawah ini adalah nama-nama atau istilah yang sering digunakan dalam copywriting.

Istilah dalam Copywriting

#Copy

Mungkin Anda sering mendengar kata “copy” dalam pembahasan copywriting. Copy bukanlah yang sering Anda minum ketika pagi hari atau saat nongkrong dengan teman Anda loh yaa.

“Copy” adalah bentuk konten yang akan dijadikan sebagai copywriting. Bisa berupa teks, gambar, dan semacamnya yang termasuk dalam sebuah konten copywriting.

#Copywriting

Copywriting secara sederhananya berarti teknik yang digunakan untuk menuliskan copy.

#Copywriter

Sedangkan orang yang menulis copywriting ini disebut dengan copywriter.

#Konversi

Nah, satu lagi. Pada copywriting, konversi diartikan sebagai orang yang melakukan suatu tindakan sesuai dengan apa yang Anda inginkan dalam tulisan. Konversi ini pada akhirnya akan mengarah pada pembelian suatu produk.

Oke, itu merupakan istilah yang ada di copywriting. Jadi, mungkin bagi Anda yang belum tahu bisa dipahami biar nggak salah paham.

Belajar Menjadi Copywriter, Untuk Menulis Iklan yang Menarik !

Untuk menjadi seorang Copywriter, setidaknya ada beberapa teknik khusus yang perlu Anda pelajari untuk mensiasati calon klien yang semakin modern.

Oleh karena itu, harap simak baik-baik panduan belajar menjadi copywriter ini dari awal sampai akhir agar tidak keliru. Artikel “belajar menjadi copywriter” ini akan sangat berguna jika Anda ingin menuliskan iklan pada platform media sosial ataupun lainnya.

Belajar Menjadi Copywriter

Bab 1: Kenali Target Produk Anda

belajar menjadi copywriter, kenali target

Target lebih penting daripada copywriting itu sendiri!

Apakah Anda tahu perbedaan jualan topi untuk anak SD dengan jualan topi untuk remaja SMA?

Ya, cara komunikasinya.

Inilah fungsinya mengenali target dahulu sebelum menulisnya. Menentukan target harus menjadi langkah pertama dalam membuat copywriting, karena ini akan berkaitan dengan gaya bahasa apa yang akan digunakan.

Cara berkomunikasi anak-anak SD dengan remaja SMA jelas berbeda, perhatikan contoh dibawah ini;

Jika jualan untuk anak SD;

“dek, kalau kamu beli topi ini pasti temen-temenmu pada iri semua. Soalnya topi ini kayak topi yang digunakan Superman sama Batman. Jadi, dia dulu kan pernah ke Indonesia dan waktu itu topinya ketinggalan di penginapannya, akhirnya saya ambil. Nah, berhubung saya butuh uang, ini saya jual ke adek”

Jika jualan untuk SMA;

“Promo spesial, Kak. Topi couple yang bikin pasangan makin sayang dan cinta banget. Selain desain yang modern, nyaman dipakai, elegan, modis, topi ini memiliki kualitas bahan yang bagus”

Anda pasti tahu perbedaannya diatas. Mengapa saya sampai repot-repot menuliskan contohnya? Meskipun penjelasan singkat diatasnya mungkin Anda sudah bisa mengerti.

Alasannya karena mengenal lebih jauh target yang akan dituju dalam copywriting merupakan hal yang sangat penting. Alih-alih jika salah sasaran, tulisan Anda tidak akan berfungsi.

Lalu, bagaimana caranya mengenal target pemasaran kita dengan baik?

Pertama yang harus Anda lakukan, tentukan klasifikasi calon klien dengan batasan tertentu seperti halnya;

– Usia

Ambilah satu lembar kertas, tuliskan usia berapa sampai berapa yang akan Anda tawari untuk membeli produk Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan bahasa apa yang pantas untuk berkomunikasi dengan mereka.

Misalkan saja produk Anda Skincare, setelah itu tentukan jenis produk Anda ini cocok untuk usia berapa. Karena meskipun sama-sama perempuan, terkadang jenis produk tertentu hanya khusus untuk perempuan yang masih muda.

– Jenis Kelamin

Jenis kelamin ini menyesuaikan dengan produk yang Anda tawarkan. Misalkan saja produk Anda produk kecantikan, tentu sasaran Anda pasti seorang perempuan. Jika memang produk Anda dapat digunakan untuk kedua jenis kelamin, ini tidak menjadi persoalan.

– Budaya

Percaya atau tidak, budaya adalah salah satu hal yang perlu Anda perhatikan dalam penulisan ini. Budaya mencakup semua kebiasaan, gaya hidup, gaya bahasa, dan kebiasaan lain yang dilakukan oleh calon klien.

– Ketahui permasalahan dan apa yang dapat Anda tawarkan sebagai solusinya

Mengetahui permasalahan calon klien, Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan untuk mendapatkannya. Gunakanlah aplikasi-aplikasi yang mereka gunakan atau forum-forum online yang sering mereka kunjungi.

Mengapa hal ini masuk dalam cara menentukan target pemasaran? Bayangkan saja, remaja-remaja saat ini membutuhkan barang yang cenderung mendukung citranya. Tentu akan sangat keliru jika Anda menawarkannya produk Asuransi.

Nah, inilah mengapa mengetahui permasalahan dan solusi yang Anda tawarkan perlu untuk membantu menentukan target pemasaran yang tepat.

Setelah menentukan keempat kriteria ini, Anda bisa menambahkan kriteria lain yang berpengaruh dengan produk Anda.

Tujuan dari menentukan target pemasaran ini sebenarnya untuk membatasi bahasa-bahasa dalam tulisan yang tertuju pada calon klien.

Karena semakin spesifik tulisan yang Anda buat akan semakin menarik bagi pembaca.

Pembaca akan merasa nyaman dan nyambung dengan pembahasan yang ditulis. Tentu ini akan memberikan peluang untuk menambah penjualan produk. Inilah fungsinya Anda membutuhkan panduan belajar menjadi copywriter ini.

Belajar Menjadi Copywriter

Bab 2: Struktur Penulisan Copywriting

Struktur penulisan copywriting dengan tulisan ilmiah, sastra, ataupun yang lainya tentu berbeda, penulisan copywriting memiliki struktur penulisan yang tidak baku. Artinya tidak ada ketentuan khusus, yang paling penting adalah penjualan.

Namun, jika Anda memahami struktur penulisan ini akan mempermudah Anda saat menulis.

Selain itu, bukankah orang akan lebih suka membaca tulisan yang sistematis atau terstruktur? Karena dengan struktur yang jelas, pembaca akan lebih cepat memahami apa yang disampaikan dalam tulisan.

Secara umum, struktur kalimat pada copywriting berisikan judul, manfaat, ulasan, dan ajakan bertindak.

1. Buatlah Judul yang Menarik

Buatlah judul yang menggugah pikiran pembaca. Jadikanlah mereka seolah-olah terkesima dengan judul yang Anda buat.

Penelitian menyebutkan jika 80% orang akan melanjutkan membaca setelah melihat judul yang menarik. Ada pula tokoh yang mengatakan jika Judul adalah raja.

Menurut data dari Copyblogger.com, mencatat bahwa 8 dari 10 orang akan membaca judul suatu tulisan, tetapi hanya 2 orang yang akan membaca isi keseluruhan tulisan itu.

Pernahkah Anda baca suatu artikel tanpa judul? Pasti jarang. Bahkan saya belum pernah menemukannya.

Pernahkah Anda melihat di media berita tentang kehidupan artis yang vulgar? Misal “Seksi, Artis Syah**** hanya pakai daleman saja saat di Pantai”

Nah, jika pernah, apakah isinya sesuai dengan judulnya? Tentu sedikit melenceng dan tidak sama persis dengan apa yang Anda pikirkan dari judul itu.

Karena tidak mungkin media-media berita online memberitakan hal-hal yang tidak senonoh pada publik.

Tetapi ketika Anda membaca judulnya, Anda akan meng”klik” berita itu bukan?

Artinya, Anda sudah terpengaruh dengan judul itu.

Buktinya, Anda membaca isi dari berita itu. Meskipun terkadang melenceng dengan judul yang dituliskan. Tapi itulah pentingnya judul.

Judul akan mengantarkan pada kalimat selanjutnya. Jika copywriting Anda tidak memiliki judul yang menarik, tentu akan percuma memiliki isi dan ulasan produk yang menarik.
Judul selalu menjadi perhatian utama pembaca, ia memberikan kesan pertama.

Jadi, usahakan judul yang Anda buat lebih menarik lagi.

Bagaimana cara buat judul yang menarik?

Untuk membuat judul yang menarik, setidaknya ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

a.  Buatlah judul yang unik

Judul yang unik dan satu-satunya yang ada dimuka bumi akan mempermudah pembaca untuk mengingat bahwa tulisan itu adalah hasil karya Anda. Artinya, judul yang unik berbeda dengan judul-judul copywriting serupa.

Sesuatu yang berbeda akan lebih memikat. Tentu Anda sendiri menyadarinya, judul yang menjadi satu-satunya itu akan mudah diingat.

Cara membuat judul yang unik ini bisa Anda cek melalui mesin pencari Google. Anda bisa ketikkan judul Anda dengan tanda “ (petik) di awal dan akhir kalimat.

Misalkan saja judul Anda Cara cepat tumbuhkan rambut dalam satu bulan. Anda hanya perlu menyisipkan tanda “ saja.

Jadi, “Cara cepat tumbuhkan rambut dalam satu bulan”

Jika memang judul Anda unik, maka tidak akan muncul website atau artikel yang berkaitan dengan judul Anda.

Namun perlu diingat, jangan terlalu berlebihan uniknya. Artinya tetap memperhatikan kata kunci yang Anda buat, karena jika terlalu unik dan satu-satunya di bumi, orang juga akan kesulitan untuk menemukan judul Anda.

b. Buatlah judul yang ultra spesifik

Ultra spesifik berarti terfokus atau sangat khusus. Artinya, berikan spesifikasi kata khusus yang menggambarkan tujuan copywriting Anda. Tentu hasil judul yang spesifik lebih menarik perhatian pembaca.

Berbeda dengan judul yang masih bersifat general, judul yang spesifik akan lebih cepat memberikan pemahaman tentang apa tujuan copywriting itu.

Judul yang spesifik ini membuat target Anda lebih tepat sasaran. Pembaca akan lebih memilih untuk meng”klik” judul yang dapat menjawab permasalahannya.
Misalkan saja Anda ingin menuliskan tentang cara memanjangkan rambut,

Anda bisa menuliskannya;

“Cara cepat memanjangkan rambut (mulai gundul sampai gondrong)”
“Tips memanjangkan rambut hanya 3 bulan”
“Langkah mudah memanjangkan rambut secara alami (tanpa bahan kimia)”

Dengan menuliskan judul yang ultra spesifik tentu akan lebih berpeluang dibaca daripada yang umum.

c. Bersifat urgent

belajar menjadi copywriter: bersifat urgent

Urgent berarti penting atau mendesak. Tujuan dibuatnya bersifat urgent ini untuk mempengaruhi pembaca yang melihat. Karena bersifat urgent, pembaca seolah-olah harus membaca sekarang juga, bukan nanti ataupun besok.

Buatlah judul Anda seakan-akan sangat penting untuk dibaca saat ini juga, dengan memberikan kata-kata yang mendesak seperti halnya: Terbatas, Segera ditutup.

Suatu misal; (Terbatas) Promo Hari Raya, Beli 5 Kaos Polos di Bakolkaos.id gratis 1 Tas Keren.

Tentunya orang yang membaca akan lebih terdorong untuk meng”klik” link atau membaca isi tulisan Anda. Karena urgensi akan mempengaruhi pembaca secara psikologis mereka.

d. Manfaat

Seringkali copywriter melupakan manfaat dalam penulisan judul. Mereka lebih cenderung pada judul yang bombastis tanpa menambahkan unsur kemanfaatan dari produk itu sendiri.

Padahal, seseorang akan membeli produk itu berdasarkan manfaatnya. Ya, coba Anda pikirkan ulang, sebenarnya orang itu membeli manfaat bukan membeli produknya. Manfaat bisa mencakup apa saja, entah untuk manfaat jangka pendek, jangka panjang, termasuk juga citra yang ditimbulkan.

Nah, inilah yang perlu Anda lakukan sekarang. Karena setiap copywriter saat ini mungkin sudah terlalu sering menggunakan strategi judul yang bombastis, maka Anda sekarang bisa memulainya untuk lebih menonjolkan manfaat yang dimiliki produk.

Tambahkanlah manfaat dari produk Anda. Pembaca Anda mungkin telah bosan dengan judul-judul yang terlalu ekstrim, namun tidak diimbangi dengan manfaat dari produknya, tentu mereka agak sedikit kecewa.

Dengan Anda menambakan manfaat pada judul, copywriting Anda akan lebih konsisten dari awal. Biasanya kebermanfaatan produk ini ditujukan untuk produk-produk yang menyasar ke orang dewasa. Memang pembaca yang sudah dewasa lebih suka judul yang sederhana tetapi jelas manfaatnya.

Salah satu contohnya jika Anda ingin membuat judul produk sarung;

Memakai Sarung Wadidaw Dapat membuat Istri Anda Semakin Cinta

Menunjukan produk yang Anda tawarkan sekaligus memberikan manfaat yang ditimbulkan dari pemakaian produk tentu akan menjadikan pembaca lebih tertarik. Manfaat yang ditulis pun bersifat nyata. Bukan mengada-ngada.

e. Mengingatkan Konsekuensinya

Nah, salah satu cara membuat judul Anda menarik perhatian pembaca dengan mengingatkakn konsekuensinya. Artinya, konsekuensi yang ditanggung pembaca jika tidak memiliki produk yang ditawarkan.

Sebelum mengingatkan konsekuensi ini, Anda harus mengetahui dahulu penggunaan produk secara mendalam. Setelah itu barulah Anda menuliskan akibat yang ditimbulkan jika tidak memakai produk itu.

Penulisan ini bertujuan untuk memberitahu pembaca betapa pentingnya produk yang Anda tawarkan, sehingga pembaca harus memilikinya sebelum konsekuensi yang Anda jelaskan menimpa mereka.

Salah satu contohnya jika produk Anda skincare;

“Apakah benar skincare yang Anda pakai saat ini tanpa memiliki resiko?”
Atau bisa juga;
“Apakah skincare yang Anda pakai dapat memutihkan wajah dengan alami?”

Nah, dari judul diatas Anda tentu dapat memahaminya. Mencantumkan konsekuensi akan membuat pembaca berpikir dua kali, pada akhirnya mereka tertarik untuk membaca tulisan sampai selesai.

f. Gunakanlah Angka

belajar copywriting : gunakanlah angka apada judul

Angka merupakan sesuatu yang pasti, dengan Angka pula pembaca memahami bentuk jumlah yang ditawarkan dalam tulisan.

Pada penggunaan angka, Anda bisa menyisipkannya dalam bentuk prosetase atau angka-angka biasa pada umumnya. Namun, yang perlu diketahui dari penggunaan angka ini menggoda untuk dibaca.

Beberapa penelitian menunjukan jika 73% judul yang menggunakan angka lebih berpeluang untuk dibagikan di media sosial.

Misalkan saja;
9 Pertanyaan Inti agar dapat Memperkuat Copywriting Anda
3 Tips Membuat Copywriting Anda Terasa Hangat

Nah, ini tentu lebih jelas bukan? Pembaca akan lebih cepat menangkap maksud dari judul.
Jika pada judul copywriting, lebih baik kombinasikan manfat dengan angka. Ini tentu akan lebih mudah mempengaruhi pembaca. Karena penawaran yang pasti akan lebih dicari oleh calon klien.

Anda bisa membaca 6 Rahasia membuat judul copywriting menarik

2. Tuliskan Manfaat Produk

tuliskan manfaat pada copywriting

Manfaat bisa berupa apa saja. Artinya manfaat yang ditimbulkan produk untuk calon klien Anda harus dituliskan. Mengapa? Seperti yang sudah saya jelasakan pada bab judul tadi, orang sebenarnya membeli manfaat, bukan produknya.

Terlebih jika judul Anda telah memakai teknik penulisan judul manfaat, tentu paragraf dibawahnya harus mengikutinya.

Anda bisa memulainya dengan menjelaskan deskripsi produk yang Anda miliki. Beritahu calon klien apa sebenarnya produk yang Anda jual, berikan gambaran secara detail agar calon klien cepat memahami tulisan Anda.

Kemudian, jelaskan manfaat dengan detail, alasan mengapa calon klien harus memakai produk yang Anda tawarkan.

Penawaran yang memikat juga termasuk dalam manfaat. Manfaat disini bersifat luas, bukan hanya manfaat yang ditimbulkan secara langsung saat pemakaian produk.
Misalkan saja Anda memberikan penawaran jika calon klien membeli dengan jumlah lebih dari batas yang ditentukan akan mendapat gratisan barang.

Hal ini adalah bentuk manfaat, manfaat yang diperoleh dari calon klien ketika membeli atau memiliki produk Anda. Seperti halnya artikel “belajar menjadi copywriter” ini yang memberikan spesifikasi manfaat di belakangnya.

3. Ulasan

ulasan pada copywriting

Ulasan dalam copywriting bisa berupa review, resensi atau testimoni. Memberikan ulasan artinya teks yang berisi tentang penilaian terhadap produk yang Anda miliki.

Ulasan mempunyai fungsi untuk menimbang dan menilai suatu produk. Banyak hal yang bisa Anda masukkan dalam ulasan ini. Misalkan saja;

– Menunjukan pandangan atau penilaian seseorang pada produk
– Memberikan informasi tentang kelayakan produk
– Memberikan informasi tentang kelebihan dan kekurangan produk
– Menunjukkan perbandingan antara produk Anda dengan produk lain yang serupa
– Memberitahu dan mengajak berpikir pembaca untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pembaca.

Nah, pada praktiknya, Anda bisa menggunakan orang-orang yang pernah memakai produk Anda. Minta tolong mereka untuk menyampaikan pandangan mereka tentang produk yang sedang Anda jual.

Minta mereka untuk memberikan penilaian tentang bagaimana rasanya memakai produk Anda, kelebihan dan kekurangan apa yang didapat dari produk Anda, dan apakah produk ini bisa membantu mereka dalam menyelesaikan solusinya.

Menyisipkan ulasan di tengah-tengah paragraf seringkali dapat memberikan bukti kepada calon klien jika produk Anda layak untuk dikonsumsi.

Selain itu, dengan ulasan ini pun akan memberikan pengaruh yang berarti bagi calon klien Anda.

4. Call To Action

Call to Action (CTA) merupakan sebuah intruksi yang didesain agar pembaca atau calon klien melakukan aktivitas sesui dengan keinginan penulis. Nah, CTA ini akan mengarah pada konversi. Misalkan saja pada website yang menawarkan produk tertentu, pasti ada tombol atau tulisan yang mengarahkan pembaca ke halaman atau tahapan berikutnya, itulah yang dinamakan CTA.

Pada praktiknya, CTA akan membuat suatu ajakan kepada pembaca untuk beralih ke tahapan pembelian produk, atau bisa juga mengarah pada pengunduhan file.

Sasaran utama CTA ini adalah “klik”. Artinya, CTA akan berhasil ketika seseorang meng”klik” tombol yang telah dipasang sebelumya.

Untuk meningkatkan tulisan yang bersifat ajakan pembaca Anda, silahkan baca disini: Mengajak Bertindak Pembaca dalam Copywriting

Lalu, bagaimana cara membuat CTA ini?

Untuk membuat CTA yang baik, tentu Anda harus memperhatikan penempatan posisi, warna, dan hal lain yang mempengaruhi pembaca agar menge”klik”nya.

Ketika Anda ingin menempatkan CTA dalam bentuk pengiklanan, Anda harus memperhatikan betul bahasa-bahasa yang digunakan dalam CTA itu. Bahasa harus jelas, dapat dipahami dengan mudah,

Ada beberapa komposisi CTA menarik yang perlu Anda pahami dalam copywriting. Ini merupakan hal yang krusial tentunya, karena CTA menentukan tahapan selanjutnya, yang artinya apakah pembaca akan memilih produk Anda atau tidaknya. Artikel dibawah ini akan membantu Anda untuk mengetahuinya.

Klik disini; 10 CTA Menarik untuk ajakan bertindak

Nah, karena itulah pentingnya membuat CTA yang tepat.

Belajar Menjadi Copywriter

Bab 3: Perhatikan Gaya Bahasa yang Anda Gunakan 

perhatikan gaya bahasa penulisan copywriting

Bahasa dan gaya penulisan copywriting yang meningkatkan konversi penjualan tentu membutuhkan teknik yang jitu.

Bahasa merupakan alat bantu copywriter dengan pembaca, bahasa memegang kendali penuh untuk menciptakan kesan dan rasa emosional yang tinggi.

Selain itu, penulisan copy yang berhasil haruslah memiliki kekuatan yang lebih pada isinya. Isi yang dituliskan tentu tak lepas dari bahasa yang digunakannya.

Ada beberapa cara untuk meningkatkan pengaruh kuat pada isi copywriting Anda. Copy yang baik tentu dapat menjawab semua pertanyaan calon klien.

Nah, dibawah ini merupakan pertanyaan yang harus dipertimbangkan dalam copywriting.

Nah, setelah Anda memahaminya, tentu pertanyaan itu akan mempermudah Anda untuk merencanakan apa yang akan Anda tulis pada nantinya.

Berikut gaya dan bahasa penulisan yang harus Anda perhatikan untuk membuat copywriting.

1. Menulislah Seperti Berbicara

Gaya penulisan yang kaku membuat pembaca akan monoton dan cepat bosan. Bayangkan saja mereka membaca copywriting yang gaya penulisannya tidak jauh dari buku-buku sekolah formal. Pastinya bosan, bukan?

Nah, maka dari itu. Tulisalah seolah-olah Anda berbicara langsung dengan pembaca. Jangan terlalu formal. Pembaca tulisan Anda juga manusia, artinya mereka juga akan lebih suka jika tulisan Anda lebih aktif.

Tulisan yang benar-benar hidup akan lebih membangunkan pembaca. Mereka akan ikut mengalir degan alur yang Anda buat.

Berinteraksi melalui tulisan memang tidak semudah yang dibayangkan. Perlunya membangun kemistri sejak awal. Seperti ketika Anda berbicara dengan orang lain, awali dengan sapaan-sapaan yang lebih berkualitas, bangun kedekatan dan rasa emosional, kemudian ajak mereka untuk melakukan hal yang Anda inginkan.

2. Gunakan Bahasa yang Mereka Pakai

Gunakanlah bahasa yang sering digunakan calon klien Anda. Ini tentu akan lebih menarik bagi mereka. Tulisan Anda akan lebih disukai.

Pernahkan Anda melihat orang Jawa yang berkomunikasi dengan orang Jawa pakai Bahasa Indonesia?

Nah, tetapi lama kelamaan, kalau mereka sudah tahu asal daerah satu sama lain tentu akan lebih suka dengan bahasa daerah. Bahasa yang sering mereka pakai di rumah.

Jika dalam copywriting, sasaran Anda adalah remaja usia 19 tahunan. Akan lebih beik jika bahasa yang ditulis sedikit kekinian. Bahasa yang sering mereka pakai untuk berkomunikasi dengan teman-teman seusianya.

Ini tentu tidak lepas dari penentuan target yang sebelumnya saya jelaskan diatas. Setelah Anda tahu target tulisan, tentu bahasa yang Anda pakai pun lebih terarah.

Selain itu, hindari penggunaan bahasa asing. Bahasa Asing?

Ya, bahasa atau istilah yang asing dan belum diketahui secara khalayak.

Misalnya saja bahasa Inggris, atau istilah yang menyebutkan suatu benda. Ini tentu akan menghambat pemahaman pembaca.

Gunakan bahasa yang sekiranya mereka cepat memahaminya.

3. Berikan Kesan Emosional

Mengapa harus emosional? Karena pembaca Anda ketika telah terpengaruh secara emosionalnya, peluang mereka akan berindak ke arah konversi lebih tinggi.

“Copywriting is an emotional business. We all know people buy things for emotional reason, not logical ones.” – James Woodburn

atau jika dalam bahasa Indonesianya;

“Copywriting adalah bisnis yang emosional. Kita semua tahu orang membeli barang karena alasan emosional, bukan alasan logis. “

Nah, dari perkataan James Woodburn itu dapat memperkuat bahwa emosional mempunyai pengaruh penting dalam tulisan.

Misalkan saja dalam produk susu bayi;

“Apakah benar susu yang dibeli untuk anak Anda aman? Anda yakin 100%? Karena itu, Kami hadirkan susu bayi DANAU sebagai gantinya. Susu DANAU terbuat dari susu sapi pilihan tanpa bahan kimia sedikitpun. Jika Anak Sehat-Ibu pasti Bersemangat”

Meskipun ini terasa menakut-nakuti, tetapi ada kesan emosional yang ditimbulkan dari tulisan itu.

Kesan emosional dapat berupa apa saja, senang, cemas, khawatir, dan lainnya yang dapat mempengaruhi pembaca untuk menggunakan produk Anda.

Selain itu bangunlah suasana kehangatan dalam tulisan Anda. Suasana yang hangat tentu akan lebih membuat pembaca merasa betah. Ada beberapa tipsnya, dan Anda bisa langsung baca; 3 Tips membuat Tulisan Terasa Hangat

4. Gunakan Kata-Kata Ampuh

Pemilihan kata yang tepat tentu sangat berpengaruh untuk meningkatkan konversi pada pembaca. Sebenarnya ada banyak kata yang ampuh, namun ini tergantung dengan penempatan posisinya. Jika Anda dapat menempatkan di posisi yang bagus, tentu kata-kata ini akan efektif bekerja.

Inilah Kata-Kata Ampuh Mempengaruhi Pembaca dalam Copywriting

Tentu kata-kata ini akan jauh lebih efektif daripada kata biasa, bukan?

Bagaimana? Sudah paham? Jika belum istirahatlah sejenak, baca pelan-pelan, Lalu baca lagi panduan belajar menjadi copywriter ini dengan lebih cermat.

Belajar Menjadi Copywriter

Bab 4: Formula AIDA dalam Copywriting

belajar copywriting : formula aida

Pada teknik penulisan copywriting tentu mempunyai formula khusus untuk menarik perhatian pembaca. Salah satunya adalah AIDA.

Formula AIDA sudah terbukti berpengaruh signifikan untuk meningkatkan konversi penjualan. Banyak diantara copywriter yang telah menggunakan ini dalam copywritingnya, dan hasilnya efektif.

Terlebih lagi, formula ini juga sangat mudah dibuat. Teknik ini juga bisa digunakan untuk jenis tulisan lain selain copywriting. Namun, karena formula ini mengahasilkan untuk copywriting, maka banyak copywriter yang menggunakannya.

Apa itu AIDA?

AIDA adalah singkatan dari Attention, Interest, Desire, dan Action.

1. Attention

belajar copywriting : formula aida

Attention artinya menarik perhatian. Pada tahapan pertama ini, gunakanlah sesuatu yang dapat menarik perhatian mata pembaca. Di media sosial, website, dan media lainnya tentu banyak sekali iklan serupa yang bermunculan. Karena itu, Anda harus bisa membuat perhatian seseorang yang melihatnya.

Anda harus ekstra jeli memilih kata untuk mendapatkan perhatiannya. Karena berdasarkan beberapa penelitian, orang akan melihat suatu tulisan ini 2-4 detik saja. Tentu ini termasuk waktu yang sangat singkat.

– Judul

Menarik perhatian pembaca bisa dilakukan dengan membuat judul yang memikat, seperti yang sudah saya jelaskan diatas, judul memegang kendali penuh tulisan Anda. Buatlah mereka terkejut dengan judul yang Anda tulis.

– Kalimat Pembuka

Cara yang kedua, Anda dapat memberikan mereka celetukan atau semacam letupan pada kalimat pembuka yang membuat mereka tersadar pentingnya membaca tulisan Anda. Misalkan saja dengan pertayaan-pertanyaan yang mengejutkan mereka.

“Apakah program diet Anda saat ini menyiksa? Kami punya solusi tepat buat Anda” Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat genting akan mempengaruhi pembaca untuk membaca lebih lanjut apa yang Anda sampaikan.

– Gambar

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan gambar untuk menarik perhatian mereka. Terbukti, gambar memainkan perannya dengan baik untuk menarik perhatian.

Pasanglah gambar yang memberikan makna unik untuk produk Anda. Namun, tetap memiliki keterkaitan dengan produk atau apa yang akan Anda sampaikan pada tulisan.

2. Interest

belajar copywriting : formula aida

Pada tahap kedua ini saatnya Anda memunculkan ketertarikan pembaca. Ketertarikan ini biasanya dapat Anda bentuk dengan mengungkapkan data-data, statistik, atau fakta-fakta tentang permasalahan yang mereka miliki.

Nah, munculkanlah hal itu pada tulisan Anda. Namun yang harus Anda perhatikan dalam hal ini adalah tetap menyambung dengan kalimat pembuka diatasnya.

Karena banyak dari mereka yang menuliskan judul dan kalimat pembuka yang bagus, namun pada tahapan ini mereka tidak terlalu berkaitan. Akhirnya pembaca mereka menekan tombol kembali. Artinya, mereka gagal mengantarkan pembaca sampai akhir.

Tetaplah buat mereka penasaran untuk melanjutkan membaca sampai selesai.

3. Desire

Tahapan ini menimbulkan keinginan pada pembaca. Buatlah mereka merasa minat dan ingin tahu lebih lanjut dengan produk Anda, yakinkan mereka dengan kelebihan-kelebihan produk yang Anda tawarkan.

Biasanya, pada tahap ini dimunculkannya manfaat-manfaat setelah penggunaan produk. Nah, hal ini tentu dapat Anda lakukan dengan permainan kata-kata yang membuat pembaca yakin bahwa produk Anda dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.

4. Action

“A” yang terakhir adalah action. Ini adalah tahapan terakhir dari formula ini. Pada tahapan ini Anda bisa membuat suatu ajakan untuk bertindak.

Setelah Anda membuat pembaca tertarik untuk melanjutkan membaca, menimbulkan keinginan, hal itu semua dilakukan untuk mengantarkan pembaca ke tahapan ini. Artinya, tahapan ini adalah tahapan dimana pembaca akan melakukan tindakan ke arah produk Anda.

Ajakan atau CTA ini seperti yang sudah saya jelaskan diatas, Anda hanya perlu membuat pembaca melakukan apa yang Anda inginkan. Bisa saja mendonwload, mengikuti, memesan, atau membeli produk layanan yang Anda tawarkan.

Nah, inilah salah satu contoh formula copywriting yang dapat membantu Anda untuk meningkatkan konversi penjualan. Namun sebenarnya masih ada banyak lagi formula yang terbukti menghasilkan. Seperti halnya yang biasa disebut dengan MAS, ini juga termasuk formula baru yang efektif,

Apa itu MAS?

Anda bisa klik artikel ini; 5 Formula Copywriting, Rumus Menulis Copywriting Untuk Meningkatkan Penjualan

Setelah Anda membaca belajar menjadi copywriter ini tentu akan lebih mudah memahami bagaimana copywriting dibuat, namun copywriting bukan hanya soal teori penjualan. Copywriting adalah seni menjual lewat tulisan. Dan untuk menulis yang baik diperlukan pembiasaan. Karena itu Anda harus lebih giat untuk menulis. Anda bisa mengatur jadwalnya. Aturlah jadwal sekarang!

Mengapa? Baca disini; Pentingnya Mengatur Jadwal Copywriting

Sekian dulu tulisan “belajar menjadi copywriter, tips menulis iklan yang menarik” ini. Jika ada yang perlu ditanyakan, Anda bisa meniggalkan jejak dibawah dan jika ada teman Anda yang membutuhkan, silahkan bagikan kepada mereka.

Mari saling berbagi dan Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar